Sunday, May 13, 2012

cara membedakan manfaat madu alami asli dan madu buatan secara kimia & fisika

Brobro..
Buat kalian yang sedang bingung cara membedakan madu asli lebah hutan, madu asli lebah biakkan, dan madu palsu, baiknya segera simak artikel dibawah nih. Bakalan dijelasin secara detail cara membedakan madu asli, cara penyimpanan sampai cara mengkonsumsinya.

Madu adalah senyawaan polisakarida yang terbentuk secara alamiah pada tumbuhan. tapi sebenarnya madu memiliki berbagai manfaat yang sangat mengejutkan dan jika dilihat dari proses pembuatannya yang rumit, madu berasal dari cairan khusus yang dihasilkan tanaman pada bagian bunga dan pucuk daun. Cairan tersebut disebut
nektar. "Menurut kite didunia ini tidak ada madu yang sama". Warna dan jenis madu yang dihasilkan lebah tergantung sumber nektar. Karena itu, dalam setiap madu ada perbedaan rasa, aroma, dan khasiat. Hal itu juga tergantung dari komponen-komponen yang dikandung tanaman yang menjadi sumber nektar. atau dengan kata lain bunga tumbuhan yang mengandung gula jenis glukosa yang termasuk dalam golongan monosakarida pada karbohidrat.

Berdasarkan sifat inilah madu dapat dikatakan lebih baik dari gula pada umumnya (sukrosa / gula tebu) dalam madu alami umumnya mengandung sukrosa hanya < 20% namun hal ini sering disalah gunakan oleh banyak pihak untuk mengoplos madu asli dengan campuran air gula kental.
CARA MENILAI MADU BERDASARKAN KUALITASNYA
  1. Madu yang berkualitas tinggi bisanya memiliki kekentalan yang sangat tinggi. Sehingga, Anda disarankan untuk membeli madu yang tidak encer. hal ini didasari sifat dasar sukrosa yang lebih kental dibanding glukosa.
  2. Madu yang baik adalah madu yang tak berbuih.
    Buih yang ada pada madu menunjukkan bahwa madu tersebut telah mengalami fermentasi. ''Sehingga, kualitasnya dapat dikatakan rendah.
    hal ini didasari karena golongan senyawaan polisakarida merupakan bahan organik yang mampu teroksidasi (dalam hal ini fermentasi) yangmana akan menghasilkan gas CO2 dan alkohol, sehingga timbulnya buih dan gas dapat dijadikan indikasi baik tidaknya madu tersebut.
  3. Ada juga kepercayaan di masyarakat untuk mengukur madu berkualitas tinggi dengan cara memakai korek api, bisa saja korek api yang dicelupkan ke dalam madu bisa cepat terbakar, karena madu tersebut telah mengandung alkohol. Mengukur madu dengan semut pun tak bisa jadi jaminan. Madu yang rasanya sudah asam (terfermentasi menghasilkan alkohol)sehingga tak akan didatangi semut.
  4. Kualitas madu sangat ditentukan kadar air, gula serta hidroksimetilfulfurat (HMF). Berdasarkan, Standar Nasional Indonesia (SNI) Madu No 01-2545 Tahun 1994. Berdasarkan standar itu, kadar air yang dikandung madu maksimal 22 persen berat per berat. ''Itu pun masih terbilang sangat tinggi, karena standar FAO (organisasi pangan dan pertanian PBB) standarnya 20 persen.'' Banyaknya air menjadi tolak ukur kualitas madu dikarenakan adanya air dapat memperbesar persentase pertumbuhan bakteri yang menyebabkan madu mudah terfermentasi

Madu yang mengandung kadar air yang tinggi akan cepat rusak kualitasnya karena sangat mudah melakukan fermentasi. madu adalah satu bahan yang bersifat hidroskopik (menyerap air). Jika madu dibiarkan terbuka, maka madu akan mengambil air dari udara. ''Sehingga, madu harus disimpan ditempat tertutup, Dengan begitu, madu tidak akan cepat rusak. Madu yang berkualitas tinggi juga harus mengandung gula sukrosa yang tak terlalu tinggi. Kadar sukrosa pada madu berdasarkan standar SNI, tak boleh lebih dari 10 persen. Kadar sukrosa pada madu terjadi akibat madu dipanen muda atau dimasak begitu dipanen. Hal itu, mengakibatkan enzim invertase yang ada pada madu mati. Padahal, enzim invertase ini yang berfungsi untuk mengubah gula rantai panjang menjadi monosacharida.

jadi secara singkat untuk menilai kualitas madu dapat dilakukan dengan cara :

  • mencicipinya kalo asam berarti sudah terfermentasi membentuk senyawaan alkohol yang ditandai aroma khas alkohol.
  • melakukan uji bakar terhadap madu tersebut, jika ada kandungan alkohol maka akan lebih mudah terbakar / terbakar bagian permukaan madu / uap.
  • memiliki rasa yang tidak  lebih manis dari gula biasa pada umumnya karena pada glukosa memiliki sifat rasakurang manis dari sukrosa / gula tebu
  • Secara laboratorium dapat dilakukan pengujian dengan melakukan uji polarisasidari contoh madu berdasarkan derajat polarisasinya yang berbeda dengan sukrosa yakni Memutar bidang polarisasi cahaya ke kanan (+52.70) menggunakan polarimeter serta dapat dilakukan uji fehling terhadap madu, madu asli memberikan hasil positif yang ditandai terbentuknya endapan berwarna merah akibat dari sifat glukosa yakni memiliki daya reduksi.

     
 CARA PENYIMPANAN MADU
  • Berdasarkan sifatnya yang mudah teroksidasi, disarankan madu selalu disimpan pada botol berkaca gelap, untuk mengurangi tingkat oksidasi yang terjadi oleh cahaya
  • Madu sebaiknya disimpan dalam keadaan penuh didalam botol, hal ini dikarenakan udara yang ikut tersimpan didalam botol mampu emfermentasi madu
  • madu baiknya disimpan didalam kulkas, hal ini didasari untuk melindungi dari pengaruh cahaya dan tingkat pemanasan yang memicu sifat oksidasi
KHASIAT DAN MANFAAT MADU
  • Menghasilkan energi lebih cepat, hal ini dikarenakan sifat glukosa yang terkandung dalam madu bersifat mudah dicerna untuk dijadikan energi
  • Baik bagi penderita diabetes, hal ini dikarenakanglukosa yang terkandung dalam madu tidak membutuhkan banyak hormon insulin untuk dipecah menjadi energi
  • baik bagi pencernaan
  • dalam beberapa produk, banyak dijelaskan mampu menyuburkan kandungan, namun hal ini belum ditela'ah secara jauh oleh kami

PENJELASAN BAHAN DASAR MADU MURNI ASLI

MADU adalah sekumpulan polisakatida yang merupakan golongan karbohidrat
Pengertian karbohidrat
 Karbohidrat merupakan polimer alami yang dihasilkan oleh tumbuh-tumbuhan dan sangat dibutuhkan oleh manusia dan hewan. Karbohidrat juga merupakan sumber energi yang terdiri atas unsur-unusr C, O, dan H dengan rumus molekul Cn(H2O)n. Pada senyawa karbohidrat terdapat berbaga gugus fungsi yang diikatnya yaitu gugus fungsi keton, aldehid, dan gugus hidroksi.

ditinjau dari hidrolisisnya
  1. Monosakarida: karbohidrat yang tidak dapat dihidrolisis menjadi molekul-molekul karbohidrat yang lebih sederhana lagi. Misalnya: glukosa, fruktosa, ribosa, galaktosa
  2. Disakarida: karbohidrat yang terbentuk dari kondensasi 2 molekul monosakarida. Misalnya: sukrosa (gula tebu), laktosa (gula susu), dan maltosa (gula pati)
  3. Oligosakarida: karbohidrat yang jika dihidrolisis akan terurai menghasilkan 3 – 10 monosakarida, misalnya dekstrin dan maltopentosa
  4. Polisakarida: karbohirdat yang terbentuk dari banyak molekul monosakarida. Misalnya pati (amilum), selulosa, dan glikogen.
beberapa jenis monosakarida

1. Glukosa

Glukosa dapat diperoleh dari hidrolisis sukrosa (gula tebu) atau pati (amilum). Di alam glukosa terdapat dalam buah-buahan dan madu lebah. Dalam alam glukosa dihasilkan dari reaksi antara karbondioksida dan air dengan bantuan sinar matahari dan klorofil dalam daun serta mempunyai sifat:
  • Memutar bidang polarisasi cahaya ke kanan (+52.70)
  • Dapat mereduksi larutan fehling dan membuat larutan merah bata
  • Dapat mengalami mutarotasiDapat difermentasi menghasilkan alkohol (etanol) dengan reaksi sebagai berikut: 
C6H12O6 --> 2C2H5OH + 2CO2
                                                           gula   ----->  alkohol   +   karbondioksida


2. Fruktosa (gula biang)

Fruktosa adalah suatu ketoheksosa yang mempunyai sifat memutar cahaya terpolarisasi ke kiri dan karenanya disebut juga levulosa. Fruktosa mempunyai rasa lebih manis dari pada gula tebu atau sukrosa. Fruktosa dapat dibedakan dari glukosa dengan pereaksi seliwanoff, yaitu larutan resorsinol (1,3 dhidroksi-benzena) dalam asam clorida. Disebut juga sebagai gula buah, dperoleh dari hdrolisis sukrosa; dan             
 mempunyai sifat:
  • Memutar bidang polarisasi cahaya ke kiri (-92.4oC)
  • Dapat mereuksi larutan fehling dan membentuk endapan merah batq
  • Dapat difermentasi

Beberapa jenis polisakarida

1. Laktosa

Laktosa memiliki gugus karbonil yang berpotensi bebas pada residu glukosa. Laktosa adalah disakarida pereduksi. Selama proses pencernaan, laktosa mengalami proses hidrolisis enzimatik oleh laktase dari sel-sel mukosa usus.
Beberapa sifat lakotsa:



  • Hidrolisis laktosa menghasilkan molekul glukosa dan  galaktosa
  • Hanya terdapat pada binatang mamalia dan manusia
  •  Dapat dperoleh dari hasil samping pembuatan keju
  • Bereaksi positif terhadap pereaksi fehling, benedict, dan tollens

2. Sukrosa

Sukrosa atau gula tebu adalah disakarida dari glukosa dan fruktosa. Sukrosa dibentuk oleh banyak tanaman tetapi tidak terdapat pada hewan tingkat tinggi. Sukrosa mempunyai sifat memutar cahaya terpolarisasi ke kanan. Hasil yang diperoleh dari reaksi hidrolisis adalah glukosa dan fruktosa dalam jumlah yang ekuimolekular. Sukrosa bereaks negatif terhadap pereaksi fehling, benedict, dan tollens.




Komentar yang baik atau diam!
EmoticonEmoticon